MAGIC FUNDAMENTALS

MENGENAL KONSEP CARD ADVANTAGE

Magic dan Catur sebetulnya memiliki kesamaan, yaitu bahwa keduanya adalah permainan pengelolaan sumber daya (resources). Siapa yang dapat mengelola dan mengalokasikan resources-nya dengan lebih baik akan memiliki kesempatan menang lebih tinggi. Tentu saja Magic memiliki variance yang lebih tinggi dibandingkan Catur karena adanya randomness dari draw step, tapi pernyataan di atas tetap berlaku. Dalam permainan Magic, setiap pemain diberikan berbagai resource pada awal mula permainan dan diharuskan untuk memanipulasi seluruh resources tersebut untuk dapat memenangkan permainan. Dalam hal ini, terdapat tiga resources yang dikenal dalam Magic, yaitu:

• Kartu (Card Advantage)

• Waktu (Tempo)

• Nyawa (Philosophy of Fire)

Yep, hanya tiga itu saja. Tapi jangan salah, karena pembahasan satu resources tersebut bisa menghabiskan satu artikel sendiri. Itulah sebabnya artikel Magic Fundamentals ini akan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian ini akan membahas mengenai Card Advantage.

Pada Mulanya

Kartu adalah sumber daya yang kamu dapatkan sebagian di awal permainan dan akan terus bertambah seiring waktu. Setiap pemain akan memulai permainan dengan tujuh kartu dan pemain yang mendapat giliran kedua akan mendapat tambahan satu kartu ketika gilirannya dimulai. Setiap pergantian giliran, pemain yang bermain di giliran tersebut akan menarik satu kartu dari deck-nya. Dalam permainan Magic, kartu melambangkan pilihan tindakan yang dapat kamu buat di giliranmu. Kamu bisa memanggil creature, meng-cast spell, menaruh land, dll.

Ketika kamu menggunakan kartu, ada harga yang harus kamu bayar dan itu bukan hanya mana-cost kartunya melainkan juga keberadaan kartu tersebut. Kalau kamu memanggil creature, planeswalker, atau permanent lainnya, kamu masih tetap memiliki kartu tersebut di board. Namun ketika kamu meng-cast Lightning Bolt untuk menembak muka lawanmu, maka Lightning Bolt tersebut akan hilang. Kamu pun kehilangan satu kartu untuk dimainkan.

Tentu saja play yang dijelaskan di atas tidak selalu buruk. Bahkan, kalau kamu bermain Burn di Modern, play di atas bisa dibilang hampir selalu benar karena tujuan dari deck-mu adalah menghabiskan nyawa lawan. Namun kalau kamu tidak memainkan deck Burn, play di atas bisa dibilang salah sebab kamu menjadi kehilangan satu kartu yang dapat kamu gunakan untuk membunuh Dark Confidant milik lawanmu.

Kartu seharusnya digunakan untuk mendapatkan lebih banyak kartu atau membuat lawanmu kehilangan kartu. Semisal kamu menggunakan Lightning Bolt untuk membunuh creature lawanmu, maka kalian berdua akan sama-sama kehilangan kartu. Hal ini disebut dengan fair trade. Namun kalau kamu meng-cast Lightning Bolt ketika menyerang dengan creature 5/5 dan lawanmu melakukan double block dengan 2/3 dan 3/3, maka Lightning Bolt akan membunuh 3/3 lawan dan creature 5/5-mu akan memakan 2/3 lawan. Dengan demikian, lawanmu kehilangan dua kartu sementara kamu hanya kehilangan satu kartu, alias 2-for-1. Hal inilah yang disebut dengan card advantage.

Card advantage pada dasarnya adalah proses untuk memiliki lebih banyak kartu dibandingkan lawanmu. Kenapa kamu harus memiliki lebih banyak kartu dibandingkan lawanmu? Karena pemain yang memiliki lebih banyak kartu akan memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan alur permainan. Card advantage dapat dihasilkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan kartu-kartu yang didesain untuk memberikan card advantage. Divination adalah contoh utama dari kartu semacam ini. Divination memberikan dua kartu extra dengan cost kehilangan satu kartu (Divination itu sendiri) – Essentially +1.

Bant Company di Standard hari ini adalah contoh dari deck yang diisi oleh kartu-kartu yang didesain untuk mendapatkan card advantage. Duskwatch Recruiter dapat mencari creature, Tireless Tracker memberikan extra draw, Reflector Mage me-remove creature, Collected Company memberikan dua creature. Setiap kartu yang dimainkan dalam deck Bant Company memberikan +1 kepada pemain yang menggunakannya sehingga dia bisa menang hanya karena memiliki jauh lebih banyak kartu dibandingkan lawannya. Mass Removal atau kartu yang bisa me-remove lebih dari satu target juga dapat dikatakan sebagai card advantage. Inilah sebabnya Languish sangat penting untuk melawan deck berbasis card advantage seperti Bant Company karena ia bisa me-remove semua advantage yang telah dibuat Bant Company, mengembalikan kedua pemain dalam kondisi berimbang.

Permasalahan dari kartu-kartu yang didesain untuk memberikan card advantage adalah mereka cenderung bersifat anti-tempo (lebih jauh lagi akan dibahas di artikel selanjutnya). Divination memang memberikan dua kartu ekstra yang berarti dua pilihan tambahan untuk memenangkan permainan. Tapi kalau kamu memainkan Divination di turn 3, belum tantu kamu bisa langsung memainkan kartu yang kamu draw dengan Divination. Sementara itu, lawanmu akan mengembangkan board-nya atau menyerangmu atau menembakmu dengan Lightning Bolt atau apapun itu yang bersifat proaktif untuk membunuhmu.

Inilah dilema dari card advantage. Kamu harus memilih untuk berinteraksi dengan lawanmu atau menambah jumlah pilihanmu di giliran selanjutnya. Card advantage itu seperti investasi. Kamu tahu kamu akan memiliki uang lima kali lipat dari yang kamu investasikan, tapi kamu harus menunggu untuk dapat menggunakannya. Yang harus kamu tanyakan ketika memainkan kartu dengan card advantage adalah apakah waktu yang kamu habiskan untuk menunggu itu setimpal? Kalau kamu memainkan Divination di turn 3 untuk mencari Supreme Verdict dan memainkannya di turn 4, maka men-skip turn 3-mu mungkin setimpal. Tapi kalau kamu tidak yakin akan menemukan Supreme Verdict, maka memainkan creature atau me-remove creature lawanmu mungkin lebih tepat daripada memainkan Divination.

Virtual Card Advantage

Hanya karena kamu memiliki lebih banyak kartu atau permanen dibandingkan lawanmu tidak berarti bahwa kamu memiliki kesempatan lebih tinggi untuk memenangkan permainan. Sama halnya seperti Catur, walaupun kamu memiliki 8 bidak dan lawanmu hanya 4, kalau semua bidakmu adalah pion sementara lawanmu memiliki menteri dan benteng, maka belum tentu kamu jadi lebih unggul. Card advantage tidak boleh hanya dinilai dari kuantitas namun juga kualitasnya.

Sebagai contoh, Nissa’s Pilgrimage yang di-cast dengan Spell Mastery akan memberikanmu +2 (-1 Nissa’s Pilgrimage, +1 Forest di Board, +2 forest di tangan). Namun kalau life-mu sudah tipis, apakah Forest tersebut akan menyelamatkanmu dari serangan Sylvan Advocate lawan? Dalam kasus ini, 2 Forest yang ada di tanganmu tidak memiliki nilai apa-apa, sehingga card advantage yang dihasilkan oleh Nissa’s Pilgrimage dapat dikatakan bersifat virtual. Hal yang sama juga berlaku ketika kamu memainkan Divination dan menarik dua land dari deck-mu sementara kamu sudah punya 9 land di board. Kecuali kalau deck-mu memainkan Eldrazi Titan, dua land yang kamu tarik dengan Divination tersebut bisa dibilang irelevan.

Contoh klasik lainnya dari virtual card advantage adalah token-maker. Dragon Fodder menaruh dua 1/1 Goblin Token di board, berarti +1 bukan? Belum tentu. Kamu harus menganalisis situasi dan menanyakan apakah dua 1/1 Goblin lebih baik daripada satu creature 2/2. Di sini kamu harus melihat kemampuan mereka melakukan trade dengan creature lawan. Kalau lawanmu memiliki dua creature 3/1, maka Goblin Fodder baru dapat dikatakan sebagai card advantage karena satu kartumu dapat menahan dua kartu lawanmu untuk menyerang. Namun kalau kamu berhadapan dengan creature 3/2, maka dua 1/1 Goblin-mu tidak akan memberikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan satu creature 2/2-mu.

Sebaliknya, hanya karena kamu memiliki lebih sedikit kartu daripada lawanmu, bukan berarti bahwa kamu memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menang dibandingkan lawanmu. Sebagai contoh, kamu hanya memiliki 4 permanen di board dan 0 kartu di tangan sementara lawanmu memiliki 15 permanen (8 di antaranya merupakan creature) dan 7 kartu di tangan. Apakah kamu akan kalah? Belum tentu kalau salah satu dari empat permanenmu adalah Ensnaring Bridge yang menghentikan seluruh creature lawanmu dari menyerang.

Dalam kasus ini, Ensnaring Bridge telah membuat 8 creature dan seluruh creature di hand dan deck lawanmu irelevan. Semisal kamu menghadapi White Weenie yang 2/3 deck-nya adalah creature, itu berarti bahwa satu Ensnaring Bridge-mu telah me-remove 2/3 deck lawan. Itu adalah card advantage yang sangat besar! Permasalahannya, begitu lawanmu menarik Disenchant dan me-remove Ensnaring Bridge-mu, maka seluruh card advantage tersebut akan lenyap seketika. Creature lawanmu dapat menyerang dan kamu yang kini hanya memiliki 3 permanen bisa dipastikan akan tumbang.

Contoh lainnya adalah land destruction. Spell seperti Stone Rain memang hanya me-remove satu permanen dengan cost kehilangan Stone Rain itu sendiri. Dalam perspektif card advantage, Stone Rain bersifat fair trade. Akan tetapi, kalau lawanmu memiliki banyak spell dengan cost 3-4 di tangannya, maka Stone Rain dapat membuat semua kartu tersebut irelevan. Kalau lawanmu memiliki 4 kartu seperti itu di tangannya, maka Stone Rain telah me-remove lima kartu (termasuk land lawanmu). Untung besar bukan? Sayangnya, seperti halnya Ensnaring Bridge di atas, seluruh card advantage tersebut akan lenyap begitu lawanmu menarik cukup land dari deck-nya untuk memainkan seluruh kartu tersebut.

Hal yang harus diperhatikan ketika memainkan deck yang berpusat pada virtual card advantage seperti land destruction dan Ensnaring Bridge adalah memiliki kartu yang dapat mem-pressure lawanmu. Dalam hal ini, kamu harus bisa membunuh lawanmu sebelum mereka dapat menarik kartu yang melenyapkan seluruh virtual card advantage-mu. Itulah sebabnya deck Land Destruction di Modern memainkan Goblin Dark Dweller yang dapat meng-copy Stone Rain sekaligus memberikan pressure pada lawan sebelum mereka dapat menarik cukup land. Itulah sebabnya deck Lantern Control di Modern memainkan Ghirapur Ǽther Grid untuk menghabisi lawannya sebelum mereka menarik Ancient Grudge.

Cara lain untuk mendapatkan virtual card advantage adalah dengan memainkan deck yang membuat sebagian kartu milik lawanmu irelevan. Semisal kamu memainkan Esper Control-nya Seth Manfield di Pro Tour Shadows Over Innistrad yang hanya memiliki satu creature (itu pun Hexproof) lalu kamu berhadapan dengan B/G Control-nya Finkel, maka semua Ultimate Price, Grasp of Darkness, dan Languish yang ada di tangannya itu bisa dianggap tidak ada. Hal ini berarti bahwa Esper Control-mu secara efektif telah me-remove 1/3 kartu di deck lawanmu. Tapi tentu saja lawanmu bisa melenyapkan semua advantage tersebut dengan mem-board out semua removal dan menggantinya dengan threat.

Pada akhirnya, memiliki lebih banyak kartu dibandingkan lawan akan bergantung pada seberapa penting konsep “memiliki banyak pilihan” bagi deck-mu. Bagi deck reaktif seperti B/G Control di Standard, memiliki banyak pilihan menjadi penting agar dia dapat memberikan reaksi yang paling tepat bagi aksi lawannya. Namun tetap saja kamu tidak bisa menang hanya karena memiliki lebih banyak kartu dibandingkan lawanmu. Winning condition tetap dibutuhkan, creature-land sekalipun tidak apa, selama ia bisa menghabiskan nyawa lawanmu.

Minggu depan kita akan membahas soal Tempo, sumber daya dalam Magic yang mungkin paling sering diacuhkan, simply karena tidak begitu banyak orang yang membahasnya. Well, sampai jumpa minggu depan!

29 April 2016|Author: Gema Bastari