MENGANALISIS METAGAME STANDARD

Metagame Standard sudah mulai terbentuk setelah dua event SCG dalam dua minggu terakhir ini. Bant Company tampak menjadi yang terdepan dan paling mendominasi. 19 dari Top 32 pemain di SCG Open Columbus memainkan deck ini, termasuk lima yang mencapai Top 8. Keberhasilan Bant Company dalam minggu-minggu pertama format Standard sebetulnya tidak mengejutkan, mengingat deck ini merupakan deck top tier dari format sebelumnya yang di-port ke format ini.

Bant Company

By Craig Krempels

2nd Place at SCG Invitational Columbus

Creatures (27)

4 Bounding Krasis

1 Den Protector

4 Duskwatch Recruiter

1 Hidden Dragonslayer

4 Reflector Mage

4 Sylvan Advocate

3 Tireless Tracker

2 Archangel Avacyn

3 Jace, Vryn’s Prodigy

1 Nissa, Vastwood Seer

Spells (8)

4 Collected Company

3 Dromoka’s Command

1 Ojutai’s Command

Lands (25)

3 Forest

2 Island

3 Plains

3 Canopy Vista

4 Evolving Wilds

1 Fortified Village

4 Lumbering Falls

1 Port Town

4 Prairie Stream

Bant Company memainkan semua good-sized creature dengan spell-like ability yang juga memiliki built-in card advantage engine. Collected Company adalah lem yang mengikat seluruh creature absurd tersebut menjadi deck yang kohesif. Ia adalah card advantage dan tempo machine yang juga memberikan card selection. Mau mengurus board? pilih Reflector Mage atau Bounding Krasis; Mau card advantage? Pilih Jace, Tireless Tracker, atau Duskwatch Recruiter; Mau men-soft lock lawan? Pilih Eldrazi Displacer. Deck ini benar-benar tidak dapat dihentikan begitu seluruh engine-nya berjalan.

Basically, tidak ada deck yang bisa bersaing dengan Bant Company dalam pertarungan mid-game. Semua deck midrange dan control akan kehabisan removal sebelum Bant Company kehabisan creature, apalagi mengingat creature di Bant Company bisa mencari creature lainnya lagi atau bisa 2-for-1(belum lagi menghitung adanya creature land yang hexproof, hueks). Untuk dapat mengalahkan Bant Company, kita harus bermain di tingkat yang berbeda dengan mereka. Inilah yang dilakukan oleh Mono-White Humans.

Mono-White Humans

By Max McVety

1st Place at SCG Invitational Columbus

Creatures (27)

1 Archangel of Tithes

4 Consul’s Lieutenant

3 Dragon Hunter

4 Knight of the White Orchid

4 Thalia’s Lieutenant

4 Thraben Inspector

3 Town Gossipmonger

3 Kytheon, Hero of Akros

Spells (13)

4 Always Watching

3 Gryff’s Boon

2 Stasis Snare

4 Declaration in Stone

Lands (20)

20 Plains

Kegagalan W/U atau W/G Humans pada SCG Open Baltimore dalam mengalahkan Bant Company adalah karena mereka mencoba memainkan game aggro dan midrange sekaligus dengan mempedulikan staying power. Masalahnya, percuma saja memasukkan Reflector Mage, Tireless Tracker, ataupun Bygone Bishop kalo sisa deck-mu cuma Savannah Lions yang tidak bisa bersanding dengan creature 2/3 milik Bant Company. Di sinilah Mono-White Humans menjadi unggul karena mengabaikan staying power untuk menjadi hiper-agresif.

Sehebat-hebatnya Bant Company, mereka tetap deck tiga warna yang mengandalkan banyak Tapland untuk bisa beroperasi. Deck Bant jelas tidak memiliki play di turn 1 dan terkadang masih harus memainkan tapland di turn 2 untuk bisa memainkan berbagai creature absurd-nya yang kebanyakan memiliki mana-cost 3. Mono-White Humans dapat memenuhi board sebelum Bant Company memainkan spell pertamanya dan hal itu sudah cukup untuk membuat mereka goyah. Always Watching dan Gryff Boon memastikan deck ini tetap bisa agresif setelah Bant Company menstabilkan board.

Cara lain untuk menyerang Bant Company adalah dengan bermain di tingkatan yang lebih tinggi. Deck Ramp sudah menjadi worst matchup Bant Company semenjak Standard musim lalu dan hal ini tampaknya belum berubah di musim ini. Seluruh creature Bant Company memiliki toughness 3 atau kurang yang sangat membantu Chandra untuk membumihanguskan mereka semua. World Breaker dan Ulamog dapat menghancurkan manabase Bant Company, membuat mereka tidak dapat memainkan Reflector Mage. Begitu Ulamog kedua turun ke battlefield, maka Bant Company bisa dipastikan akan tamat.

G/R Ramp

By Joshua Dickerson

1st Place at SCG Open Columbus

Creatures (12)

4 Jaddi Offshoot

4 World Breaker

4 Ulamog, the Ceaseless Hunger

Planeswalkers (3)

3 Chandra, Flamecaller

Spells (20)

4 Kozilek’s Return

4 Oath of Nissa

4 Explosive Vegetation

4 Nissa’s Pilgrimage

4 Nissa’s Renewal

Lands (25)

12 Forest

2 Mountain

1 Wastes

2 Cinder Glade

4 Sanctum of Ugin

4 Shrine of the Forsaken Gods

Versi Joshua Dickerson yang memenangkan SCG Open Columbus ini benar-benar di-tune untuk menghadapi Humans dan Bant Company. 4 Jaddi Offshoot dan 4 Kozilek Return adalah momok besar bagi deck yang cuma mengandalkan creature untuk menang. Tanpa adanya deck control yang bisa memainkan Infinite Obliteration, deck Ramp yang threat-nya cuma playset World Breaker dan Ulamog akan merajalela. Tapi, Ramp tetap Ramp, kamu cuma perlu me-mulligan semua hand yang tidak memiliki land dan ramp, lalu berdoa supaya threat-mu bisa dimainkan tepat waktu. Terlalu banyak variance dan topdecking yang terlibat dalam bermain Ramp dan aku yakin banyak orang yang kurang berkenan memainkannya.

Untuk dapat mengalahkan Mono-White Humans dan Eldrazi yang memakan Bant Company, kita bisa mengandalkan U/R Control dan W/B Midrange. Kedua deck ini sempat unjuk gigi di minggu pertama Standard namun mulai kehilangan tajinya begitu Bant Company memenangkan SCG Open Baltimore dan menjadi super-populer di SCG Open Columbus. Akan tetapi, jika metagame bergeser ke Humans, maka U/R Control adalah deck yang paling tepat untuk mengalahkan mereka.

U/R Control

By Jameson Perdue

7th Place at SCG Invitational Columbus

Creatures (7)

4 Thing in the Ice

3 Jace, Vryn’s Prodigy

Planeswalkers (3)

3 Chandra, Flamecaller

Spells (25)

4 Fevered Visions

2 Fall of the Titans

2 Fiery Impulse

4 Fiery Temper

4 Lightning Axe

2 Pyromancer’s Goggles

3 Magmatic Insight

4 Tormenting Voice

Lands (25)

5 Island

7 Mountain

4 Drownyard Temple

1 Highland Lake

4 Shivan Reef

4 Wandering Fumarole

Agak aneh rasanya mengatakan bahwa deck Control bisa menjadi worst matchup bagi deck hiperagresif, tapi hal inilah yang tampaknya terjadi ketika deck hiperagresif tersebut tidak berwarna merah. Mono-White Humans yang hanya mengandalkan Savannah Lions untuk meng-overwhelm lawannya akan mampus oleh satu sweeper yang dimainkan pada saat yang tepat. Lebih mampus lagi kalau setiap Savannah Lions yang dimainkan dibalas dengan Shock dari U/R Control. Tanpa mampu mempertahankan creature-nya di Battlefield, Mono-White Humans yang tidak memiliki burn spell akan kesulitan untuk menghabisi U/R Control.

Sayangnya U/R Control tidak bisa mengalahkan Ramp karena mereka terlalu lambat dan tidak dapat berinteraksi dengan apa yang dilakukan oleh deck Ramp. Di sinilah W/B Midrange mengambil alih. Dengan memainkan warna hitam, W/B Midrange bisa memainkan Infinite Obliteration dan Transgress the Mind untuk mengacaukan rencana deck Ramp. Threat-Threat milik W/B Midrange juga cukup resisten terhadap Chandra dan bisa menghabisi Ramp sebelum mereka memainkan Ulamog-nya.

Begitu tulisan ini dipublikasikan, Pro Tour Shadows Over Innistrad mungkin sudah berlalu dan metagame Standard akan berubah drastis. Bant Company sudah memiliki target di kepalanya dan aku yakin pro player akan menyiapkan deck yang bisa mengalahkannya. Dalam beberapa minggu, aku bisa melihat bahwa Bant Company akan segera turun dari singgasananya sebagai best deck.

Satu deck yang masih ingin kulihat ada deck combo yang mengandalkan Cryptolith Rite. Enchantment satu ini bisa menghasilkan mana dengan jumlah yang absurd. Dengan segitu banyak mana, aku rasa sulit membayangkan kalau tidak ada deck combo yang bisa mengabaikan semua strategi konvensional di Standard. Well, kita akan lihat saja nanti.

See you around and happy Game Day!

26 April 2016|Author: Gema Bastari