DRAFT BASIC

UNDERSTANDING SIGNALS

Kamu membuka pack pertama dalam draft dan melihat Linvala. Bomb rare meen, how lucky. Kemudian kamu di-pass Isolation Zone yang adalah Premium Removal dan kamu merasa yakin bahwa kamu akan bermain warna putih. Tapi setelah itu kamu di-pass kartu-kartu bagus di warna merah. Kartu putih yang paling masuk akal hanya Affa Protector dan Mighty Leap. Oke, ngga terlalu bagus, tapi paling ngga satu warna sama Linvala. Tapi lama-lama kartu putih yang di-pass jadi semakin ngga jelas sementara kartu-kartu merah yang bagus terus mengalir. Apa yang sebenarnya terjadi?

Salah satu kesalahan yang paling sering dibuat pemain draft yang baru adalah terlalu berpaku pada first-pick nya. Tentu saja Linvala adalah bomb yang luar biasa di Oath of the Gatewatch dan kamu harus berusaha untuk membuat deck yang bisa memainkannya. Akan tetapi, kalau kamu tidak di-pass kartu-kartu putih yang bagus, jangan dipaksakan. Linvala sendirian tidak akan bisa memenangkan game tanpa didukung kartu-kartu lainnya dengan warna yang bisa kamu mainkan. Sebaliknya, coba lihat kartu-kartu dengan warna lain yang mungkin cukup bagus dan pertimbangkan untuk pindah ke warna tersebut. Inilah yang disebut dengan membaca sinyal, sebuah skill dasar yang harus diketahui oleh setiap drafter.

Kalau kamu sudah membaca tentang teori BREAD, maka tanpa disadari kamu akan mengirimkan sinyal kepada orang di sebelahmu. Semisal kamu mem-pick kartu-kartu hijau dengan kategori Bomb, Removal, dan Evasion, maka orang di sebelahmu akan menyadari bahwa dia tidak mendapatkan kartu-kartu hijau yang bagus dan menyimpulkan bahwa hijau bukan warna yang open. Pada saat yang bersamaan, ketika kamu terus-menerus mengambil kartu bagus dengan warna hijau, kamu akan mem-pass kartu-kartu bagus di warna lain, misalnya hitam. Hal ini akan memberikan sinyal kepada orang di sebelahmu bahwa hitam adalah warna yang open.

Orang-orang umumnya akan menentukan color commitment dalam draft pada pick ke-4 atau ke-5. Di sinilah kemampuanmu menilai kartu akan berguna untuk membaca sinyal yang diberikan lawanmu. Semisal kamu melihat kartu berwarna merah dengan kategori evasion, removal, atau bahkan bomb pada pick ke-4 atau ke-5, maka hampir dapat dipastikan bahwa orang di sebelahmu tidak memainkan warna merah. Kalau kamu belum memainkan warna merah pada saat tersebut, pertimbangkanlah untuk memainkan warna merah. Jika benar bahwa orang di sebelahmu tidak memainkan warna merah, maka kamu akan panen besar di pack ketiga ketika lawanmu mem-pass semua bomb atau removal berwarna merah.

Tapi bukan berarti setiap kali ada warna yang open lantas kamu langsung lompat ke warna itu. Semisal kamu sudah komitmen ke dua warna, misal putih dan biru, lalu kamu di-pass bomb berwarna hitam di pack ketiga, jangan semudah itu banting setir menjadi biru-hitam. Pertama, belum tentu kamu akan mendapatkan kartu hitam yang cukup untuk melengkapi deck-mu. Kedua, belum tentu kartu bomb yang kamu pick sinergis dengan deck-mu. Crux of Fate adalah mass removal dan jelas sangat bagus, tapi kalau kamu memainkan Blue-White Tempo di Fate Reforged, utility creature seperti Aven Surveyor jelas lebih cocok dengan deck-mu.

Intinya, jangan mudah terdistraksi oleh kartu-kartu dengan warna lain hanya karena kamu menduga bahwa warna itu open. Semakin sering kamu berganti warna, semakin ngga jelas juga wujud deck-mu. Sinyal sendiri juga tidak selalu bisa dipercaya. Terkadang ada player yang suka ngambil kartu rare, mau warna apapun asal itu rare pasti akan diambil. Akibatnya, dia akan memberikan sinyal-sinyal yang tidak masuk akal. Hijau open? Eh Hitam open? Eh, sekarang merah open? Maunya apa? Akan lebih baik jika kamu bisa komitmen ke satu warna saja dari awal. Dengan hanya berkomitmen pada satu warna, kamu akan jadi lebih terbuka untuk mengambil kartu-kartu dengan warna lain yang cukup open.

Pada akhirnya sinyal hanya akan menjadi alat untuk menambah pertimbanganmu. Ada kalanya kita harus banting setir ketika melihat suatu warna menjadi open, ada kalanya juga kita harus tetap bertahan dengan warna yang sudah kita pilih. Semakin sering kamu nge-draft, maka kamu akan semakin bisa membuat keputusan yang tepat. Yang terpenting, selalu lakukan evaluasi sehabis draft. Apakah kamu terlalu keras kepala untuk bertahan dengan warna putih sampai tidak sadar kalau hijau sedang open? Ataukah kamu terdistraksi memilih kartu dari empat warna berbeda dan berakhir dengan deck yang ngga bisa dimainkan? Semakin kamu jujur dengan evaluasimu sendiri, maka semakin cepat kamu berkembang sebagai seorang drafter.

17 Maret 2016 | Author by: Gema Bastari