Kenapa Kamu Harus Nge-Draft?

Draft adalah format Magic terbaik buat kamu-kamu yang baru ingin mulai memainkan game ini. Kenapa? Tapi sebelumnya, mungkin kamu akan bertanya apa itu Draft?

Draft adalah salah satu dari Limited Format dalam Magic: The Gathering. Sesuai namanya, Limited adalah format dengan card pool yang sangat terbatas (umumnya hanya satu atau dua set dalam satu block). Dalam kasus Draft, kamu hanya akan diminta untuk membuat deck dari tiga booster pack.

Draft biasa dimainkan di sebuah meja besar bersama tujuh orang lainnya. Layaknya keluarga yang akan mulai makan malam, Draft dimulai dengan sebuah ritual, yaitu membuka booster pack yang ada di hadapanmu lalu mencium bau kartu baru di dalamnya (ini serius). Setelah itu, kamu bisa melihat 15 kartu yang ada di hadapanmu, ambil salah satu, lalu berikan sisanya ke orang di sebelah kirimu.

Ulangi proses di atas sampai 15 kali, lalu buka booster pack keduamu. Ciumlah bau kartu baru di dalamnya, ambil salah satu, lalu berikan ke sebelah kananmu. Ulangi sampai semua kartu habis di-draft. Tahap terakhir, buka booster pack ketigamu, lakukan hal yang sama, namun kembali berikan sisa kartu ke sebelah kirimu.

Setelah ketiga booster selesai di-draft, kamu akan memiliki 45 kartu di hadapanmu. Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah membuat deck dengan minimum 40 kartu, termasuk basic land. Sebuah deck draft umumnya berisi 16 Creature, 7 Spell, dan 17 Land. Sisa kartu yang tidak masuk dalam main deck-mu akan menjadi sideboard.

Selesai membuat deck, kamu bisa langsung bermain dengan ketujuh orang lainnya yang duduk semeja denganmu. Di sinilah aku akan mengatakan alasan mengapa Draft adalah format terbaik bagi pemula Magic.

 1. Kamu baru paham menaruh land, attacking, dan blocking?  Sudah bisa Nge-Draft!

    

Magic adalah game yang sangat rumit dan bisa jadi mengintimidasi bagi orang yang baru mulai bermain. Namun hal ini lebih umum ditemui dalam format Constructed, seperti Standard. Dalam Draft, Strategi yang harus kamu pahami relatif lebih sederhana karena mayoritas dari kartu-kartu di deck-mu akan terdiri dari Common/Uncommon yang sudah didesain sedemikian rupa untuk mudah dipahami oleh pemain pemula.

Kamu mungkin belum mengerti bagaimana Jace, Vryn’s Prodigy dapat mengatur seluruh tempo dalam game di Standard, bahkan kamu mungkin masih mengernyitkan dahi ketika membaca teks nya yang bejibun dan menyadari masih ada teks lagi di bagian belakangnya yang lebih bejibun. Tapi aku yakin kamu tahu bahwa 3 memiliki nilai yang lebih besar daripada 2 sehingga kamu tidak perlu bingung untuk menyerang dengan Netcaster Spider (2/3) ke lawan yang hanya memiliki Zada’s Commando (2/1).

Deck draft sendiri hanya terdiri dari 40 kartu dibandingkan Standard yang 60 kartu, dan semua itu berasal dari satu block yang sama. Hal ini berarti bahwa akan lebih sedikit interaksi kartu dan jenis strategi yang harus kamu pikirkan. Ditambah lagi, tidak ada dua deck draft yang sama persis. Setiap kali kamu nge-draft, kamu akan mengenal lebih luas ragam strategi-strategi dalam Magic. Inilah hal yang tidak akan kamu dapat jika kamu hanya membeli satu deck Standard dan memainkan itu terus-menerus selama 6 bulan.

Kamu mungkin belum mengerti bagaimana Jace, Vryn’s Prodigy dapat mengatur seluruh tempo dalam game di Standard, bahkan kamu mungkin masih mengernyitkan dahi ketika membaca teks nya yang bejibun dan menyadari masih ada teks lagi di bagian belakangnya yang lebih bejibun. Tapi aku yakin kamu tahu bahwa 3 memiliki nilai yang lebih besar daripada 2 sehingga kamu tidak perlu bingung untuk menyerang dengan Netcaster Spider (2/3) ke lawan yang hanya memiliki Zada’s Commando (2/1).

Deck draft sendiri hanya terdiri dari 40 kartu dibandingkan Standard yang 60 kartu, dan semua itu berasal dari satu block yang sama. Hal ini berarti bahwa akan lebih sedikit interaksi kartu dan jenis strategi yang harus kamu pikirkan. Ditambah lagi, tidak ada dua deck draft yang sama persis. Setiap kali kamu nge-draft, kamu akan mengenal lebih luas ragam strategi-strategi dalam Magic. Inilah hal yang tidak akan kamu dapat jika kamu hanya membeli satu deck Standard dan memainkan itu terus-menerus selama 6 bulan.

2. Kamu Ngga Perlu Jadi Professor untuk Bisa Nge-Draft

Untuk bisa bermain di Standard, kamu harus mempelajari setidaknya 1,200 kartu yang legal di setiap musimnya. Untuk bisa bermain Modern, angkanya bisa menembus sampai 8,000. Untuk bisa bermain di Legacy atau Vintage? Bersiap-siaplah untuk meledakkan kepala mempelajari lebih dari 12,000 kartu yang pernah dirilis oleh Wizards of the Coast dengan segala kombinasi dan interaksinya yang tidak terbatas.

Tapi untuk bermain draft, kamu hanya perlu mempelajari 250-500 kartu saja, jauh lebih ringan kan? Kamu juga bisa langsung memainkan deck yang kamu draft, dibandingkan format seperti Standard yang membuat kamu harus mengumpulkan semua bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat deck 60 kartu. Seperti kata pepatah, “Tidak ada cara yang lebih baik untuk mempelajari sesuatu, selain dengan mempraktekkannya.”

Semakin sering kamu nge-draft, kamu dengan sendirinya akan memahami konsep-konsep penting dalam game Magic, seperti: Card Advantage (ketika kamu me-remove creature lawan yang di-buff oleh aura), Tempo (ketika kamu sudah memenuhi board-mu dengan creature sementara lawanmu baru memainkan creature di turn 4), Philosophy of Fire (ketika kamu memutuskan untuk mengorbankan life-point demi mempertahankan board-mu), dsb.

  

3. Kamu Ngga Perlu Jual Ginjal untuk Bisa Nge-Draft

    

Standard sekarang lagi mahal-mahalnya. Untuk bisa main di Standard, kamu harus punya Fetch-Land yang satunya berkisar dari 15-30 dollar. Terus kamu juga perlu Kalitas ($20), atau Ulamog ($25), atau Collected Company ($25), atau bahkan Jace ($85) dan kamu butuh semuanya masing-masing 4 biji. Harga deck Standard pun jadi berkisar antara 2 juta sampai 5 juta. Kamu bisa aja bikin deck Mono-Red Goblin seharga 200 ribu, tapi kamu ngga akan bisa menang segampang orang lain yang ngabisin 5 juta buat bikin 4-Colored Rally.

Untuk nge-draft? Cuma 160 ribu dan sleeve kalau butuh. Yang lebih penting, semua orang ngeluarin biaya yang sama dan semuanya punya kesempatan yang sama untuk menang tiga kali (yang berarti draft gratis, yeay!). Kamu juga bisa ngejual kartu-kartu mahal yang kebetulan kamu dapat dari draft-mu. Main Draft jadi serasa lotere, tapi tiket loterenya bisa kamu mainin dan bersenang-senang.

Walaupun begitu, aku ngga akan bohong, draft itu nyandu dan kalau kamu sudah kecanduan, maka kamu akan memberikan komitmen finansial yang cukup signifikan untuk bisa tetap nge-draft. Tapi tetap aja kamu ngga perlu keluar duit 5 juta di awal dan kamu bisa ngebangun koleksimu secara perlahan-lahan. Atau kamu bisa jadi pemain draft yang super jago dan ngga pernah bayar buat nge-draft.

4. Nge-Draft itu Yaa, Seru!

Draft itu fun, serius. Draft adalah sebuah unique experience yang ngga mudah untuk dijelaskan. Ketika kamu berhasil membuat deck yang menurutmu bagus, ketika kamu berhasil mengalahkan pemain yang dianggap veteran padahal kamu masih pemula. Ada perasaan yang mengatakan bahwa semua itu adalah karena usahamu. Aku yang ngebuat deck ini sendiri dan aku sendiri yang berhasil mengalahkan pemain veteran itu. Kamu ngga akan bisa mengatakan hal yang sama ketika kamu memenangkan game Standard dengan deck yang kamu comot dari juara GP minggu lalu.

Draft itu paling enak dilakukan setelah habis kerja seharian. Nge-draft bersama tujuh orang lainnya dalam satu meja terasa seperti nongkrong dengan teman-teman dekatmu. Kamu bisa bersantai, kamu bisa ngobrol, kamu bisa bersenang-senang selagi kamu memilih kartu yang tepat untuk deck-mu. Tidak ada rasa tegang, tidak ada tuntutan untuk jadi serius, it’s nothing but good time with friends. Tidak heran kalau Draft itu nyandu.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo mulai Nge-Draft!

  

03 Maret 2016 | Author by: Gema Bastari